Archive for Juli 2014
PATAH HATI SEMAKIN SAKIT
Setiap orang
pasti pernah mengalami putus cinta, kalau bahasa kerennya saat ini, galau. yaaa kalian psati pernah mengalaminya. entah itu memutuskan atau diputuskan. Bila
tidak, Kamu mungkin belum mengalami proses membina hubungan yang utuh.
Merasakan sakit ketika diputuskan menjadi bagian dari pendewasaan diri,
sehingga memberi Kamu peluang untuk belajar dari kesalahan dan memperbaiki
diri.
Sayangnya, banyak orang enggan melewati proses ini. Mereka berusaha keras untuk menghindari rasa sakit dengan berbagai cara. Misalnya dengan shopping, traveling ke luar negeri, makan sepuasnya, mencari pacar baru, atau bahkan mengadopsi anak. Padahal, cara-cara ini belum tentu berhasil membuat Anda menghindar dari sakit hati. Bahkan, mungkin akan terasa lebih menyakitkan. Kamu ingin tahu apa saja yang membuat putus cinta lebih menyakitkan?
Terlalu cepat mendapat pacar baru
Ketika mantan pacar memperlakukan Kamu dengan begitu buruk, seperti dengan mudahnya memberi label pada dirimu, atau tak pernah memperhatikan keinginanmu, berpisah darinya terkesan merupakan jalan terbaik. Ketika putus, Kamu berniat ingin segera mencari kekasih baru supaya bisa melupakannya. Kamu berhasil menemukan pria yang baik, dan menikmati setiap kencan yang Kamu lakukan. Tetapi, kenapa ya, belakangan Anda jadi susah tidur dan lebih sering memikirkan si mantan? Ini bukan bagian dari rencana Kamu!
Ternyata, penyebabnya karena membawa sosok pria yang baru dalam hidup Anda justru akan menekankan fakta bahwa si mantan baru saja pergi dari kehidupan Anda. Fakta bahwa Anda memaksa diri untuk melupakannya dengan berkencan bersama pria lain. Kalau Anda berhasil menemukan pria yang sempurna, mungkin tak jadi masalah. Tetapi Anda akan lebih sering berganti-ganti pasangan karena berbagai pria yang Anda jumpai ternyata masih memiliki berbagai kekurangan. Dan, semua ini Anda lakukan hanya supaya dapat mengisi kekosongan hati atau pikiran Anda. Ketika Anda mulai sadar dengan segala pencarian Anda tersebut, yang akan terasa hanya kehampaan. Sebab, Anda sebenarnya belum siap melupakan si mantan. Satu-satunya orang yang perlu Anda kencani adalah diri Anda sendiri, untuk mengenali bagaimana perasaan Anda yang sebenarnya.
Mencoba melakukan pembicaraan terakhir
Kalau Anda menjadi pihak yang memutuskan hubungan, mungkin Anda tidak membutuhkan pembicaraan terakhir mengenai hubungan Anda. Tetapi bila Anda yang diputuskan, satu-satunya penutupan yang Anda butuhkan adalah kenyataan bahwa: ia tak mau lagi bersama Anda. Atau, ia sudah tak cinta pada Anda. Titik. Tak perlu lagi membombardirnya dengan SMS, e-mail, atau telepon, untuk menanyakan apa yang salah dengan hubungan Anda. Jika Anda merasa tidak melakukan sesuatu yang salah, mungkin memang Anda tidak ditakdirkan untuk bersama.
Berkeras mendapatkan jawaban dari mantan hanya akan menyebabkan dua penderitaan buat Anda:
1. Mungkin ia akan mengatakan bahwa sesuatu yang Anda lakukan telah mengganggunya, dan Anda meyakini bahwa hal tersebut adalah ketidaksempurnaan Anda. Padahal, sikap atau sifat Anda saja yang mungkin tidak cocok untuk pria seperti dirinya. Lebih kacau lagi bila Anda berpegang pada pendapat si mantan mengenai kepribadian Anda ketika Anda mencoba membangun relasi yang baru dengan pria lain.
2. Anda akan menjadi sangat kesal dan marah, sehingga membuat Anda meneror si mantan dengan telepon, SMS, dan e-mail, hanya untuk mendebatnya. Percaya tidak, hal itu hanya membuat Anda menjadi terkesan desperate.
Menyimpan bukti atau kenangan bersamanya
Ketika merasa tidak terima ketika diputuskan, perempuan sering berusaha mencari tahu alasan sebenarnya dengan mengintai status si mantan di Facebook atau Twitter. Anda berusaha mencari tahu apa yang sedang dilakukannya, siapa yang dikencaninya sekarang, atau bagaimana ia menghabiskan waktunya. Anda ingin memastikan bahwa si mantan masih ada. Sampai di sini, Anda masih aman, sebelum akhirnya akan mengalami kekecewaan yang luar biasa karena ia mengubah profilnya dengan "in relationship".
Sebelum Anda semakin sulit melupakannya, segeralah menghapus account-nya dari Facebook Anda, SMS-SMS mesra yang pernah ia kirimkan pada Anda, bahkan nomor ponselnya. Tindakan ini akan sangat menyakitkan pada awalnya, tetapi akan memudahkan Anda untuk membebaskan diri darinya. Hapus dirinya dari kehidupan Anda (bila ia memang tidak layak dipertahankan), agar Anda mampu melanjutkan kehidupan Anda.
Yang perlu Anda ketahui, putus cinta memang menyakitkan, dan Anda harus merasakan rasa sakit tersebut. Puaskan diri untuk melamun, menangis, atau tidak tidur semalaman. Seperti juga saat Anda mati-matian berolahraga untuk menurunkan berat badan, Anda harus merasakan sakitnya untuk menjadi lebih kuat. Percayalah, lambat laun rasa sakit itu akan memudar, dan akhirnya menghilang.
MENGATASI RASA MALU PADA DIRIMU
Sebagai
orang yang memiliki sifat pemalu tentunya kamu sebenarnya gak suka sifat
semacam ini nempel di tubuh kamu. Saya tahu, pasti itu rasanya
gak enak. Contohnya bila kamu mencintai seseorang yang menurut kamu dia terlalu
indah buat kamu, pasti kamu akan ragu dan malu. Jika kamu merasa seperti itu, bagus, berarti
kamu telah menyadari bahwa sifat pemalu yang ada pada diri kamu ternyata lebih
banyak memberikan kerugian daripada keuntungan.
Yaa gimana?? Walaupun aku pakai pakaian-pakaian ala orang eropa,, berdandan serapi mungkin, tapi rasa malu ini tetap ada. Karna rasa malu ini bawaan lahir saya
itu tidak benar, sama seperti sikap buruk yang dapat dirubah menjadi sikap baik, maka sifat pemalu pun juga dapat dirubah menjadi sifat percaya diri, inilah tipsnya:
- sifat
pemalu sebenarnya terjadi karena jumlah persentase frekuensi perasaan malu
di dalam diri kamu terlalu berlebihan, akhirnya mengakibatkan munculnya
rasa kurang percaya diri, hal ini terjadi karena kamu terlalu banyak
melakukan pertimbangan sebelum melakukan sesuatu dan terlalu memperhatikan
diri kamu sendiri. Misalnya,, ahh aku takut e kalau gak diterima. Nhaa
perasaan seperti itulah yang akan membawa kamu pada penyesalan.
Cobalah santai dan pede aja lagi!
- Melawan
rasa ragu. Ragu untuk bertemu orang, ragu untuk bersosialisasi, dan
berbagai keraguan muncul saat akan melangkah menghadapi sesuatu merupakan
salah satu kendala yang dihadapi sesorang yang memiliki sifat pemalu.
Dengan tekad bulat, lawanlah rasa ragu di dada kamu, toh perasaan malu gak
bakal bunuh kamu, kenapa takut malu, asal gak melakukan hal yang malu -
maluin aja

Ternyata, bukan Cuma main playstation atau game lainnya yang membuat otak kita tajam. Melalui beberapa penelitian, terbukti bahwa memiliki pasangan atau suami juga bisa membuat Anda lebih cerdas. Meskipun proses dan hasilnya mungkin tidak akan Anda sadari, tidak ada salahnya Anda mengusahakan lima taktik berikut untuk membuat Anda dan pasangan bertambah pintar.
1. Menikahi pria yang lebih cerdas daripada Anda
Seattle Longitudinal Study melakukan suatu penelitian terhadap 169 pasangan dalam tujuh interval, antara tahun 1956 dan1984. Terlihat bahwa hubungan yang paling stabil terjadi pada pasangan yang memiliki kemiripan kecerdasan, sikap yang fleksibel, tanggungjawab sosial, dan tingkat pendidikan. Para peneliti juga mendapati bahwa setelah 14 tahun bersama, pasangan dengan pemahaman yang lebih baik tentang makna lisan dan kefasihan kata telah membuat pasangan yang "kurang cerdas" menjadi setara dengan mereka.
2. Anda sangat sering berpegangan tangan
Kehangatan dan kedekatan penting diupayakan oleh pasangan, dan berpegangan tangan dapat menghindarkan Anda dari stres. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa ketika perempuan menikah diberitahu bahwa mereka akan menerima kejutan listrik, hanya menggenggam tangan suami ternyata dapat meminimalisasi respons otak terhadap ancaman tersebut. Anda yang terlibat dalam hubungan yang dalam akan mengalami pengurangan cukup besar pada aktivitas otak yang berkaitan dengan stres.
3. Berciuman setidaknya satu kali sehari
Sentuhan yang intim memicu pelepasan hormon perlekatan (oksitosin), dan menurunkan kadar hormon stres, kortisol. Para peneliti juga mengatakan bahwa ketika kita berciuman, kita mengaktifkan hampir separuh saraf-saraf di tengkorak kepala yang memengaruhi fungsi otak besar. Semua informasi sensorik dari sebuah ciuman, seperti aroma dan kehangatan kulit pasangan, rasa dan nuansa lembut bibirnya, akan dikirimkan ke otak, akan menggembirakan saraf-saraf Anda, dan mendorong koneksi-koneksi baru di antara saraf-saraf tersebut.
4. Meletakkan foto pasangan di meja kerja
Pemetaan otak menunjukkan bahwa menatap foto orang tercinta, khususnya yang hubungannya masih baru berjalan, akan mengaktifkan bagian dari otak yang dikaitkan dengan kesenangan dan penghargaan, begitu pula perhatian dan motivasi. Anda bisa merasakan kondisi "high" hanya dengan memandangi foto kekasih baru Anda ini. Ketika Anda sedang berbunga-bunga, Anda mengaktifkan bagian otak yang juga berperan dalam kesenangan ini, mendorong Anda untuk mencari waktu dan merencanakan kegiatan bersama.
5. Anda menghabiskan waktu bersama
Menurut sebuah studi, tekanan darah rata-rata akan menjadi lebih rendah ketika seseorang menghabiskan waktu dengan pasangannya, daripada ketika ia sedang sendiri atau dengan orang lain. Meskipun Anda berdua tidak saling berbicara, hanya berduaan di ruangan yang sama sambil membaca, menonton TV, browsing internet, atau mengerjakan puzzle, kondisi tekanan darah normal ini juga terjaga. [kompas.com]